Rabu, 23 Desember 2015

Masyarakat Perdesaan Dan Masyarakat Perkotaan

Pendahuluan
Masyarakat merupakan sebuah kumpulan dari manusia yang hidup bersama, saling berhubungan dan tidak dapat hidup individual. Pada makalah ini saya akan membahas tentang masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan yang memiliki hubungan yang saling bergantungan namun memiliki latar belakang kehidupan yang saling bertolak belakang.

Teori
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan atau yang sering urban community merupakan masyarakat yang hidup di perkotaan . Masyarakat perkotaan bisa saja berasal dari masyarakat perdesaan yang pindah ke kota dan sudah lama menjalani hidup di perkotaan. Cara membedakan masyarakat kota atau masyarakat perdesaan dapat dilihat dari ciri-ciri kehidupannya. Berikut ciri-ciri kehidupan masyarakat perkotaan:
1.       Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2.       Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
3.       Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4.       Cara berpikir rasional yang dianut oleh masyarakat perkotaan
5.       Interaksi-interaksi  terjadi lebih karena adanya faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
6.       Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.

Masyarakat Pedesaan
Masyarakat perdesaan merupakan sekumpulan masyarakat yang hidup di perdesaan. Biasanya masyarakat perdesaan hidup secara berkelompok atau suku-suku
Ciri-ciri kehidupan masyarakat perdesaan:
1.       Mata pencaharian utama para penduduk biasanya bertani
2.       Faktor geografis sangat berpengaruh terhadap corak kehidupan masyarakat
3.       Hidupnya lebih berkelompok
4.       Memiliki kepercayaan dan adat istiadat yang sama dalam suatu desa
5.       Mencintai seni dan dekat dengan alam

Berikut  pendapat dari beberapa pandangan tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat perdesaan:
Menurut Shahab (2007),  secara umum ciri-ciri kehidupan masyarakat pedesaan dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.       Mempunyai sifat homogen dalam mata pencaharian, nilai-nilai dalam kebudayaan serta dalam sikap dan tingkah laku
2.       Kehidupan desa lebih menekankan anggota keluarga sebagai unit ekonomi yang berarti semua anggota keluarga turut bersama-sama memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga
3.       Faktor geografi sangat berpengaruh atas kehidupan yang ada. Misalnya, keterikatan anggota keluarga dengan tanah atau desa kelahirannya
4.       Hubungan sesama anggota masyarakat lebih intim dan awet dari pada kota
         
  Pembahasan
Hubungan Desa dan Kota
Hubungan desa dan kota sangatlah dekat, seperti hubungan masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan yang saling membutuhkan. Masyarakat perkotaan membutuhkan bahan pangan dari perdesaan, begitu pun masyarakat perdesaan membutuhkan banyak informasi dan perkembangan zaman. Selain itu juga banyak masyarakat perdesaan yang pindah ke kota untuk mendapatkan kerja dan kehidupan yang lebih layak, dan banyak juga masyarakat perkotaan yang pindah ke desa dengan alasan sudah bosan dengan kehidupan di perkotaan dan ingin mencari kehidupan yang tenang di perdesaan.

Aspek Positif dan Aspek Negatif
Konflik ( Pertengkaran)
Pandangan  orang kota bahwa masyarakat pedesaan  hidupnya lebih  tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan ,sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi. Sebagai contoh saat perayaan pernikahan di desa lebih sering terjadi konflik.

Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.

Kontroversi (pertentangan)
Pertentangan ini terjadi akibat perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontroversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.

Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Kehidupan Masyarakat perkotaan sangat berbeda dengan masyarakat perdesaan, hal ini disebabkan oleh faktor wilayah yang sangat berbeda pula. Di perkotaan dengan  wilayah yang sempit sesak sehingga masyarakat hidup secara individu dan lebih mementingkan diri sendiri sedangkan di perdesaan kehidupannya lebih secara berkelompok dan masih menjunjung tinggi sikap gotong royong.

Analisis
Masyarakat Perdesaan dan masyarakat perkotaan memiliki hubungan yang sangatlah berkaitan, namun sangat bertolak belakang pada cir kehidupan. Perbedaan yang saling bertolak belakang ini disebabkan oleh keadaan, wilayah, kebiasaan serta adat istiadat yang berbeda. Banyak masyarakat perkotaan yang ingin merasakan hidup menjadi masyarakat perdesaan, begitu pun banyak masyarakat perdesaan yang ingin menjadi masyarakat perkotaan.



Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

Pendahuluan
Di dunia yang dihuni oleh berbagai jenis manusia pastilah banyak perbedaan antara yang satu dan yang lainnya. Karena banyaknya perbedaan antar manusia ini yang menimbulkan adanya tingkatan atau kasta dalam kehidupan manusia. Dari tingkatan kasta ini pula akan menimbulkan  pelapisan sosial. Kasta disini dapat dikatakan seperti harta kekayaan, keturunan, gengsi kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, penghormatan, dan kekuasaan.
Teori
Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kasta, antara kasta yang tinggi dan kasta yang lebih rendah. Pelapisan sosial terjadi dengan dua cara yaitu :
1.       Terjadi dengan sendirinya
Pelapisan sosial ini terjadi secara alami, tanpa ada yang mengkehendakin ataupun direncanakan.  Kedudukan yang membuat pelapisan sosial ini terjadi seperti anak raja yang lebih berkuasa daripada anak masyarakat biasa.
2.       Terjadi dengan sengaja
Pelapisan sosial ini terjadi  secara sengaja untuk mengejar tujuan bersama. Disini diberikan secara tegas suatu wewenang kepada seseorang, seperti contoh polisi yang disegani karena diberikan wewenang.

Berikut pandangan beberapa orang tentang pelapisan sosial :
1.       Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Aristoteles membagi masyrakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.
2.       Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
3.       Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan elite dan non-elite. Menurutnya pangkal dari perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4.       Gaotano Mosoa menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. Kelas yang pertama jumlahnya selalu sedikit, menjalankan perananan politik, monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu. Sedangkan untuk kelas yang kedua jumlahnya lebih banyak, diarahkan dan diatur atau diawasi oleh kelas yang pertama.
5.       Karl Marx menjelaskan ada dua macam di setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dasar-dasar Pembentukan Pelapisan Sosial
1.       Kekayaan dapat dijadikan tolak ukur seseorang untuk dapat digolongkan ke masyarakat elite.
2.       Kekuasaan dan wewenag, seseorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang dapat dikatakan berada di kasta atas.
3.       Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat merupakan suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah. Sebagai contoh di Indonesia sendiri kesamaan derajat diatur dalam UUD 1945 dalam pasal :
1.       Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2.       Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3.       Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

Elite Dan Massa
Di dalam masyarakat yang berbeda serta memiliki kasta atau tingkatan, terdapat dua jenis kelompok yaitu elite dan massa.  Elite merupakan sebutan untuk sekelompok orang atau sebagian dari masyarakat yang memiliki kedudukan atau tingkat kederajatan yang tinggi atau sebagai orang yang terkemuka dikalangannya sehingga menjadi patokan tingkat kalangan itu sendiri sedangkan massa merupakan masyarakat dalam jumlah besar yang tidak diketahui golongannya, entah apa kedudukan dan pangkatnya dalam arti tidak terikat pada pelapisan masyarakat. Namun elite dan massa memiliki masing-masing fungsi. Fungsi elite sebagai pembedaan suatu kalangan yang kalangan itu sendiri mempunyai kelebihan atau pangkat yang lebih tinggi sehingga masyarakat lebih mengenal dan dapat membedakannya dan fungsi massa sebagai pencipta perdamaian antar sesama, menjalin keharmonisan, dan keamanan kenyamanan agar tercipta suasana yang seimbang dan tenteram.

Analisis
Di dalam kehidupan masyarakat ini terdapat kasta atau tingkatan yang biasanya ditentukan oleh kekuasaan dan rata-rata masyarakat yang memiliki kuasa itu tergolong kedalam golongan elite. Oleh sebab  itu sebaiknya kita hidup di dalam masyarakat tanpa perbedaan dan hidup sama rata karena kita dilahirkan di dunia tanpa dibeda-bedakan oleh Tuhan.


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://sosializer.blogspot.co.id/2014/12/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
http://eritaku.tumblr.com/post/66345731034/assignment-ilmu-sosial-dasar-pelapisan-sosial

Senin, 23 November 2015

Warganegara Dan Negara

Pendahuluan

Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati  suatu wilayah. Penduduk yang menempati suatu negara disebut warga negara. Warga negara telah terdata di dalam suatu negara  serta memiliki hak dan kewajiban. Dalam suatu negara terdapat peraturan-peraturan untuk setiap warganya, terutama  Negara Indonoseia yang memiliki sekita 252 juta warga negara. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbanyak ini menganut paham demokrasi yang meberikan hak kepada seluruh warga negara untuk berdemokrasi sebebas-bebasnya. Kewajiban warga negara indonesia sendiri  yaitu mencitai negaranya, membayar pajak, menjaga lingkungan , dan ikut mengharumkan nama bangsa.

Teori

Warga Negara
Warga negara adalah penduduk yang menempati suatu negara dan wajib mengikuti peraturan negara tempatnya berada. Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.  Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah :
1. Setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
5. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
8.Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
10.Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
11. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
12. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi
1. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
2. Anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
3. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
4. Anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Pembahasan

Hukum , Negara dan Pemerintahan
Negara yang memiliki warga negara sudah pasti memiliki hukum dan pemerintahan yang mengatur negara tersebut. Hukum merupakan aturan yang membatasi warga negaranya melakukan sesuatu atau bertindak, agar sebuah negara tersebut tetap terkontrol dan damai sejahtera. Ciri - ciri hukum adalah :
-          adanya perintah atau larangan
-          perintah atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap masyarakat
Sumber hukum ialah sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, yang kalau dilanggar dapat mengakibatkan sangsi yang tegas dan nyata. Sumber hokum material  dapat ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain. Sumber hokum formal antara lain :
1.       Undang-undang (statue) ialah suatu peraturan Negara yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara
2.       Kebiasaan (costun )ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hokum.
3.       Keputusan hakim (Yurisprudensi) ialah keputusan terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama
4.       Traktaat ( treaty) ialah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai sesuatu hal, sehingga masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut
Pembagian hukum
1. Menurut “sumbernya” hukum dibagi dalam :
-          hukum undang-undang, yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan
-          hukum kebiasaan, yaitu hukum yang terletak pada kebisaan (adat istiadat)
-          hukum Traktaat,  yaitu hukum yang diterapkan oleh negara-negara dalam suatu perjanjian antar negara
-          hukum Yurisprudensi,  yaitu hukum  yang terbentuk karena keputusan hakim
2. Menurut bentuknya “hukum “ dibagi dalam :
-          hukum tertulis
-          hukum tak tertulis
3. Menurut “tempat berlakunya” hukum dibagi dalam :
-          hukum nasional ialah hukum dalam suatu Negara
-          hukum Internasional ialah hukum yang mengatur hubungan internasional
-          hukum asing ialah hukum dalam negala lain
-          hukum Gereja ialah norma gereja yang ditetapkan untuk anggota-anggotanya
4. Menurut “waktu berlakunya “hukum dibagi dalam :
-          Ius constitum (hukum positif) ialah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.
-          Ius constituendem ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan dating
-          hukum Asasi (hukum alam ) ialah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia
5. Menurut “cara mempertahankannya” hukum dibagi dalam :
-          hukum material ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah – perintah dan larangan-larangan
-          hukum Formal (hukum proses atau hukum acara ) ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara-cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material atau peraturan yang mengatur bagaimana cara-caranya mengajukan sesuatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberi keputusan
5. Menurut “sifatnya” hukum dibagi dalam :
-          hukum yang memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan mempunya paksaan mutlak.
-          hukum Yang mengatur (pelengkap) ialah hukum yang dapat dikesampingkan, apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam perjanjian
6. Menurut “wujudnya” hukum dibagi dalam :
-          hukum obyektif ialah hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang lain atau golongan tertentu.
-          hukum Subyektif ialah hukum yang timbul dari hubungan obyektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih. Kedua jenis hukum ini jarang digunakan
7. Menurut “isinya” hukum dibagi dalam :
-          hukum privat (hukum sipil ) ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya, dan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan
-          hukum public (hukum Negara ) ialah hukum yang mengatur hubungan antara Negara dan warganegaranya

 Hubungan Negara dan Warga Negara
Seorang warga negara yang menajadi bagian dari suatu negara memiliki hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban itu diantaranta sebagai berikut:
1.       Hak Seorang warga negara
-          Seorang warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
-          Warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak
-          Warga negara bebas memilih kepercayaan tertentu dan memilih agamanya
-          Warga negara berhak mendapatkan pendidikan
-          Warga negara bebas berkumpul
-          Warga negara bebas mengajukan pendapatnya
2.       Kewajiban seorang warga negara
-          Warga negara berkewajiban membela negaranya
-          Warga negara berkewajiban membayar pajak
-          Warga negara berkewajiban menaati peraturan hukum negara
-          Warga negara wajib ikut serta membangun negara
Jadi negara dan warga negara itu memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana warga negara meperoleh haknya dan harus memenuhi kewajibannya kepada negara.

Analisis
Negara merupakan wilayah yang dihuni oleh warga negara, dan diatur oleh pemerintahan. Di dalam suatu negara terdapat hukum yang mengatur warga negara. Selain menaati  hukum, seorang warga negaranya juga harus memenuhi kewajibannya terhadap suatu negara. Negara juga harus memenuhi hak warga negaranya sebagai wujud timbal balik antara negara dan warga negaranya.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Warga_Negara_Indonesia
http://yusufbudiman92.blogspot.co.id/p/warga-negara-dan-negara.html




Pemuda dan Sosialisasi

Pendahuluan
Di dunia ini sebagian besar dihuni oleh penduduk kalangan muda atau yang sering kita dengar dengan sebutan “Pemuda”. Seorang pemuda mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas. Ciri khas ini yang membangun pemuda sehingga pemuda dapat dijadikan contoh dalam kehidupan masyarakat. Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh ke arah yang salah dan  menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat. Banyak pemuda yang jatuh ke arah yang salah dikarenakan emosi seorang pemuda sangatlah labil dan tidak terkontrol. Oleh sebab itu peranan masyarakat, pergaulan serta pendidikan sangat dibutuhkan untuk membangun pemuda yang berkarakter baik.
Teori
Pemuda
Pemuda merupakan  sesorang  berusia produktif  yang sedang berada pada fase menjadi seorang yang dewasa. WHO menggolongkan usia seorang pemuda berada di kisaran 10-24 tahun.  Pemuda juga memiliki pengertian  lain yaitu suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.Seorang pemuda memiliki kelemahan yaitu susah mengatur emosinya, selain kelemahan seorang pemuda juga memiliki kelebihan yaitu mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.  
Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses yang membuat  individu memahami  bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota di dalam  masyarakat. Selain itu ada juga pengertian sosialaisasi menurut beberapa ahli  :
•             Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
•             Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
•             Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
•             Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Pembahasan
Internalisasi belajar dan Sosialisasi
Internalisasi  merupakan proses pembelajaran atau penyerapan pengetahuan ke dalam pikiran sehingga sesorang mampu memahami  suatu ajaran atau ilmu. Contoh internalisasi adalah mebaca buku, cetak maupun digital. Sementara itu internalisasi belajar dapat terjadi juga lewat media sosial,contohnya saat  seorang pelajar mendapat tugas sekolah,mereka tidak perlu bersusah payah mencari di media cetak,mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka perlukan di media sosial,bahkan informasi yang mereka dapat jauh lebih banyak dan lebih luas dari pada di media cetak. Namun pengawasan  orang tua sangat diperlukan karena di media sosial informasi yang didapat sangatlah luas dan dimedia sosial juga terdapat informasi yang seharusnya mereka belum  boleh mendapatkannya karena umur dan pola pikir mereka yang masih belum sesuai.
Sosialisasi  merupakan  suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat.  Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu. Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:

Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.

Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.

Tahapan Norma Kolektif  > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas


Pemuda dan Identitas
Pemuda merupakan cerminan dari keadaan lingkungan di suatu masyarakat, dimana lingkungan yang baik akan memiliki kualitas pemuda yang baik. Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh dalam kegelapan seperti, mencoba menggunakan narkoba, melawan orang tua,  sex bebas, dan frustsi . Tidak salah banyak pemuda yang jatuh ke jalan yang gelap karena seorang pemuda berada pada tingkat emosional yang labil, oleh sebab itu pemuda harus lebih banyak melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Beberapa  contoh kegiatan positif yang dilakukan di dalam masyarakat seperti gotong royong, kegiatan adat istiadat, kegiatan agama dan acara lainnya. Namun kembali lagi ke jaman yang semakin maju maka lunturlah kegiatan itu semua. Semua kegiatan anak muda jaman sekarang tergantinkan dengan nikmatnya media sosial  dan teknologi yang semakin maju. Dahulu pemuda berkumpul untuk saling bersosialisasi tetapi sekarang berkomunkasi hanya melalui internet saja. Peran pemuda yang seperti ini hanya menjadi konsumen dan penikmat saja tidak menimbulkan inovasi baru. Jika ini terus dibiarkan dan terus terjadi maka akan memunculkan kehancuran yang besar bagi bangsa.

Perguruan dan Pendidikan
Pendidikan adalah proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat . Tingkatan – tingkatan pendidikan:

1.Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun, dimulai dari SD sampai dengan SMP.

2. Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar, pendidikan SMA. Pendidikan menengah merupakan tahapan sebelum sesorang melanjutkan ke perguruan tinggi

3. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara
2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta

Tujuan dari semua pendidikan sama yaitu mendapatkan ilmu yang banyak dan dapat berguna di dalam masyarakat. Dan alasan mengapa semua orang ingin sampai dengan tingkat pendidikan tertinggi karena disaat sesorang mencapai pendidikan tertinggi maka akan lebih dipandang di dalam masyarakat.

Analisis
Pemuda merupakan harapan masyarakat sebagai penerus bangsa. Pemuda selalu menjadi tolak ukur kondisi dalam suatu masyarakat.Setiap manusia mengalami masa muda dan mengalami masa dimana emosi yang sangat labil. Namun yang membedakan satu dan yang lain adalah jalan mana yang akan dipilih oleh orang tersebut, apakah jalan yang benar atau jalan yang gelap.

Referensi:
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-pendidikan-dan-perguruan.html
http://rianwibowo89.blogspot.co.id/2012/11/sofkill-minggu-ke-4-perguruan-dan.html




Senin, 05 Oktober 2015

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pendahuluan
Manusia merupakan suatu individu yang hidup dalam keluarga dan masyarakat. Hal ini yang merupakan bukti bahwa manusia merupakan makluk sosial, yang berarti tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan individu lainnya. Individu membutuhkan keluarga  sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali. Pada keluarga juga membutuhkan masyarakat sebagai wadah  antar individu berkumpul atau saling berinteraksi. Sehingga individu membutuhkan keluarga dan keluarga membutuhkan masyarakat. Namun masyarakat ada karena kumpuan dari beberapa keluarga dan keluarga terbentuk dari beberapa individu.
Teori
Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Contohnya dalam suatu keluarga terdapat ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu, ibu merupakan individu, dan anak merupakan individu. Jadi setiap individu itu memiliki ciri yang berbeda-beda. Namun, individu itu pasti memiliki kateristik yang sama dengan masyarakat yang hidup bersamanya.
Keluarga
Keluarga merupakan wadah untuk individu hidup, hidup tumbuh dan berkembang. Pengertian keluraga menurut beberapa elemen, menurut Ki Hajar Dewantar keuarga merupakan kumpulan beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. MenurutSalvicion dan Ara Celis, keluarga merupakan dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Menurut Departemen Kesehatan RI 1998, keluaraga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Jadi dapat disimpulkan arti keluarga dari beberapa elemen, keluarga merupakan kumpulan individu yang hidup saling berkumpul akibat dari keturunan, pernikahan dan pengangkatan serta hidup saling bertegantungan.  Didalam suatu keluarga individu dilahirkan, oleh karenanya keluarga sangat berpengaruh terhadap suatau individu. Sehingga kepribadian seorang individu mencermikan kepribadian keluarganya. Selain kepribadian keluarga, seorang individu juga terbentuk kepribadiannya dari lingkungan masyarakat.
Masyarakat
Masyarakat merupakan kumpulan dari beberapa keluarga yang menempati suatu wilayah. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Selain itu ada juga arti kata masyarakat menurut beberapa ahli,  menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt  masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut. Masyarakat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Dalam masyarakat maju suatu pekerjaan masih ditentukan menurut jenis kelamin dan masyarakat maju berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu.
Pembahasan
Pertumbuhan Individu
Setiap individu pasti mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan ndividu terjadi secara bertahap sesuai dengan kemampuan, lingkungan dan pembelajaran. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu:
a.     Faktor Biologis
Individu diciptakan dengan wujud yang sama, mempunyai kepala, badan, organ, alat gerak, dan kelima indra. Namun setiap individu memiliki warisan biologis tersendiri yang membedakan individu dengan individu lainnya. Karena terdapat perbedaan warisan biologis inilah yang membedakan pertumbuhan individu satu dengan lainya.
b.     Faktor Geografis
Lingkungan yang baik akan berdampak baik pada pertumbuhan individu, namun tidak semua lingkungan baik. Jadi lingkungan juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan penduduk.
c.      Faktor Kebudayaan Khusus
Dalam suatu masyarakat terdapat berbagai macam kebudayaan. Karena adanya perbedaan kebudyaan maka terjadi pula perbadaan dalam pertumbuhan individu.
Fungsi  Keluarga Terhadap Individu
Keluarga memiliki peranan penting dalam pembentukan suatu individu, karena suatu individu pertama kali tumbuh didalam suatu keluarga. Berikut ini beberapa fungsi keluarga:
a.     Fungsi Pendidikan, keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
b.     Fungsi Sosialisasi anak, keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
c.      Fungsi Perlindungan, melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
d.     Fungsi Perasaan, keluarga menjaga perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga tidak terjadi keributan dalam suatu keluarga.
e.     Fungsi Religius, keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
f.       Fungsi Ekonomis,  keluarga mencari sumber-sumber kehidupan. Biasanya kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga seperti biaya pendidikan anak.
g.     Fungsi Rekreatif, keluarga menciptakan suasana yang menyenangakan, sehingga hububungan yang harmonis terbentuk di dalam keluarga.
h.     Fungsi Biologis, keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dalam suatu keluarga.
Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu memiliki hubungan yang sangat erat dengan keluarga, karena individu lahir, tumbuh dan berkembang di dalam suatu keluarga. Hal ini juga terjadi didalm masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan keluarga yang terdiri dari individu-individu.  Adapun hubungan yang terjadi antara individu dengan keluarga atau masyarakat. Berikut ini adalah contohnya.
1.     Bersifat Positif
Individu dengan keluarga
Saling menjaga nama baik
Saling memberikan kasih sayang di dalam keluarga
Saling membantu dan menjaga keharmonisan
Individu dengan masyarakat
Saling gotong royong
Membantu Masyarakat lain yang terkena bencana
Ikut serta menjaga lingkungan
2.     Bersifat Negatif
Individu dengan keluarga
Memaksakan kehendak
Melakukan kekerasan dalam rumah tangga
Individu dengan masyarakat
Melakukan tindakan kriminal
Perkelahihan antar kelompok
Tidak ada rasa toleransi terhadap kelompok lain.

Urbanisasi
Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk desa ke kota. Urbanisasi terjadi karen penyebaran penduduk yang tidak merata. Urbanisasi merupakan masalah serius terutama daerah ibukota seperti Jakarta. Akibat terjadinya urbanisasi yaitu penumpukan penduduk di daerah perkotaan. Berikut faktor-faktor yang mepengeruhi terjadinya urbanisasi:
1.     Kehidupan kota yang lebih modern sehingga masyarakat perdesaan tertarik untuk merasakannya.
2.     Banyaknya lapangan pekerjaan di kota dibandingkan di desa.
3.     Pendidikan yang lebih maju dan lebih layak d daerah perkotaan.
4.     Lahan pertanian di perdesaan semakin sempit.
5.     Diusir dari desa karena alasan tertentu.
Namun urbanisasi terjadi tidak diiringi dengan perhitungan yang tepat, sehingga terjadi penumpukan penduduk di kota, kurangnya lapangan pekerjaan, dan kurangnya lahan tempat tinggal.

Analisis
Manusia merupakan makluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Manusia hidup harus saling tolong menolong satu sama lainnya. Manusia pertama kali berinteraksi didalam keluarga. Keluarga memiliki sebagai sarana tumbuh dan berkembangnya suatu individu. Selain peranan keluarga dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, masyarakat juga memiliki peran yang besar. Oleh karena itu hubungan yang harmonis didalam keluarga dan masyarakat akan membentuk individu yang baik. Jadi kepribadian seorang individu terbentuk dari keluarga dan masyarakat sekitar. Adapun masalah- masalah dalam masyarakat seperti urbanisasi yang harus segera ditangani, karena jika tidak ditanggapi dengan serius akan berdampak pada pertumbuhan individu.





Locked Away feat. Adam Levine



[Adam Levine:]If I got locked awayAnd we lost it all todayTell me honestly, would you still love me the same?If I showed you my flawsIf I couldn't be strongTell me honestly, would you still love me the same?

[R. City:]Right about nowIf a judge for life me would you stay by my side?Or is you gonna say goodbye?Can you tell me right now?If I couldn't buy you the fancy things in lifeShawty, would it be alright?Come and show me that you are down
Now tell me would you really ride for me?Baby tell me would you die for me?Would you spend your whole life with me?Would you be there to always hold me down?Tell me would you really cry for me?Baby don't lie to meIf I didn't have anythingI wanna know would you stick around?
[Adam Levine:]If I got locked awayAnd we lost it all todayTell me honestly, would you still love me the same?If I showed you my flawsIf I couldn't be strongTell me honestly, would you still love me the same?
[R. City:]Let's get it diddly-down-down-downAll I want is somebody real who don't need muchA gal I know that I can trustTo be here when money lowIf I did not have nothing else to give but loveWould that even be enough?Gal meh need fi know
Now tell me would you really ride for me?Baby tell me would you die for me?Would you spend your whole life with me?Would you be there to always hold me down?Tell me would you really cry for me?Baby don't lie to meIf I didn't have anythingI wanna know would you stick around?
[Adam Levine:]If I got locked awayAnd we lost it all todayTell me honestly, would you still love me the same?If I showed you my flawsIf I couldn't be strongTell me honestly, would you still love me the same?
[R. City:]Tell me, tell me, would you want me? (Want me!)Tell me, tell me, would you call me? (Call me!)If you knew I wasn't ballin'Cause I need a gal who's always by my sideTell me, tell me, do you need me? (Need me)Tell me, tell me, do you love me yeah?Or is you just tryna play me?Cause I need a girl to hold me down for life
[Adam Levine:]If I got locked awayAnd we lost it all todayTell me honestly would you still love me the same?If I showed you my flawsIf I couldn't be strongTell me honestly would you still love me the same?
If I got locked awayAnd we lost it all todayTell me honestly would you still love me the same?If I showed you my flawsIf I couldn't be strongTell me honestly would you still love me the same?
Would you still love me the same?

Selasa, 29 September 2015

Penduduk ,Masyarakat dan Kebudayaan

Pendahuluan
Penduduk merupakan sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah. Semakin tuanya umur bumi maka pertumbuhan penduduk di  bumi akan semakin besar. Masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk yang saling berinteraksi satu sama lain. Kebudayaan merupakan suatu kebiasaaan yang dilakukan terus menerus biasanya kebudayaan merupakan adat istiadat yang diajarkan nenek moyang kepada cucunya secara turun menurun.
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan ini memiliki hubugan yang saling berkaitan. Penduduk yang tinggal dalam suatu wilayah akan membetuk suatu masyarakat dan pastinya penduduk tersebut memiliki kebudayaan yang diwariskan nenek moyangnya. Kebudayaan sendiri tidak bersifat tetap atau bisa bertambah karena kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain bisa saling berkolaborasi tanpa mengubah banyak kebudayaan aslinya. Jadi, penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah 3 hal yang tidak dapat dipisahkan.
Teori
a.     Penduduk
Penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah. Seiring waktu berjalan penduduk pada suatu wilayah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk ialah bertambahnya penduduk yang menenmpati suatu wilayah. Pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
a.     Kematian
b.     Kelahiaran
c.      Imigrasi
Perumbuhan penduduk memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif pertumbuhan penduduk adalah semakin berlimpahnya sumber daya manusia. Namun dampak positif ini tidak diamanfaatkan secara baik maka akan menimbulkan dampak negatif seperti kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan, kelaparan dan timbul kejahatan sosial. Pertumbuhan penduduk ini membuat suatu wilayah pasti mengalami kepadatan penduduk.
b.     Masyarakat
Masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk yang  menetapi suatu wilayah. Didalam masyarakat memiliki kebudayaan tersendiri. Masyarakat secara tidak langsung dapat dibedakan menjadi 2 yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Pertama masyarakat maju, merupakan masyarakat yang masih mebedakan derajat antara pria dan wanita. Disini pria dianggap memiliki kekuatan tenaga lebih dibandingkan wanita, begitupun penerapan didalam kerja seperti lelaki melakukan pekerjaan seperti menebang pohon sedangkan wanita melakukan pekerjaan lebih ringan seperti memasak. Kedua masyarakat maju, merupakan masyarakat yang memiliki aneka ragam kelompok sosial atau yang lebih dikenal dengan sebutan organisasi. Organisasi ini tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tujauan tertentu.
c.      Kebudayaan
Kebudayaan merupakan adat istiadat yang biasanya diwariskan oleh nenek moyang kepada penerusnya. Kebudayaan dapat memperlihatkan ciri khas dari suatu daerah karena setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbedah contohnya seperti kebudayaan timur dan kebudayaan barat.  Kebudayaan dapat terbentuk dari kolaborasi berbagai budaya, sehingga menjadikan kebudayaan baru. Kebudayaan sendiri bersifat tetap selama manusia terus memiliki keturunan, namun kebudayaan dapat saja pudar namun tidak dapat hilang.



Pembahasan

Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang terjadi di Indonesia sangat besar dan tidak terkendali, sehingga mengakibatkan kurangnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat masyarakat hidup tidak layak. Akibat dari hidup tidak layak ini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain kurangnya lapangan pekerjaan, pertumbuhan penduduk juga berdampak pada kekurangan lahan tempat tinggal yang layak. Berikut ini macam-macam kepadatan penduduk:
a.     Kepadatan penduduk arimatik
Kepadatan penduduk arimatik adalah rata-rata jumlah penduduk yang tinggal dalam 1 km persegi wilayah. Contoh 1000 jiwa  : 4 km persegi = 250 jiwa per km persegi. Jadi dalam satu km persegi tidak boleh lebih dari 250 jiwa. 
b.     Kepadatan  penududuk Agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah kepadatan penduduk adalah rata- rata penduduk yang bekerja sebagai petani per satuan luas(km persegi) contohnya ada 600 orang petani : 4 km persegi = 150 petani/km persegi. Jadi dalam satu km persegi hanya boleh digarap oleh 150 petani.
c.      Kepadatan penduduk ekonomis
Kepadatan penduduk ekonomis adalah rata-rata dari jumlah penduduk dengan luas lahan dalam kapasitas produksinya.contohnya 400 jiwa : 2 km persegi lahn produksi = 200 jiwa per km persegi lahan produksi. Jadi setiap km persegi lahan produksi hanya boleh dikelolah oleh 200 jiwa saja.
 Faktor-faktor penyebab kepadatan penduduk
a.     Faktor Kelahiran
Faktor kelahiran merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk penduduk. Contohnya di Jawa timur, Data Badan Pusat Statistik Pada tahun 1971 jumlah penduduk jawa timur mencapai 25 juta jiwa, pada tahun 1980 meningkat menjadi 29 juta, pada tahun 1990 meningkat menjadi 32 juta, pada tahun 1995 meningkat menjadi 33 juta, pada tahun 2000 meningkat menjadi 34 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 37 juta jiwa. Jika pertumbuhan penduduk tidak dapat diredam maka akan terjadi kepadatan penduduk.
b.     Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor yang sering kita saksikan terutama d ibukota. Faktor ini disebabkan lapangan pekerjaan di perdesaan lebih sedikit dibanding d perkotaan. Jadi untuk mengurangi kepadatan penduduk d wilayah khusunya perkotaan maka harus dibuka lebih banyak lapangan pekerjaan secar merata agar tidak terjadi perpindahan penduduk dari desa ke kota.
c.      Faktor sosial
Faktor sosal menjadi faktor kepadatan penduduk. Penduduk tidak akan berpindah wilayah jika dia merasa wilayah sekitar kehidupannya nyaman. Jadi jika suatu wilayah tidak nyaman maka penduduk reatif sedikit dibanding daerah yang lebih nyaman.
d.     Faktor iklim dan tempat strategis
Faktor iklim disebabkan suatu wilayah memiliki iklim yang baik, seperti untuk bercocok tanam. Hal ini yang menyebabkan orang beramai-ramai pindah ke wilayah tersebut untuk medapatkan keuntungan yang lebih. Jika hal ini terus menerus tejadi dapat dipastikan pasti akan terjadi kepadatan penduduk.
                     Cara mengatasi kepadatan penduduk
a.     Menekan angka kelahiran
Dengan menekan angka kelahiran maka kepadatan penduduk bisa sedikit berkurang. Di Indonesia sendiri pemerintah menerapkan program KB(Keluarga Berencana). Walaupun masyarakat masih belum banyak yang mengikuti program pemerintah ini, namun  program ini telah membantu untuk menekan angka kelahiran di Indonesia.
b.     Dengan Melakukan Perpindahan Penduduk
Dengan melakukan perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang lebih kurang penduduknya. Dengan upaya ini pemerintah dapat meyelesaikan masalah kepadatan penduduk dan juga penduduk lebih merata.
c.      Dengan Mebuka Banyak Lapangan Pekerjaan
Faktor kepadatan penduduk disebabkan oleh berpindahnya masyarakat perdesaan ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan dibukanya lapangan pekerjaan  yang lebih d perdesaan dapat membantu mengurangi kepadatan penduduk di daerah seperti perkotaan.


Kebudayaan dan Kepribadian
Pada suatu eeilayah pasti memiliki kebudayaan, setiap daerah    memiliki kebudyaan yang berbeda. Di Indonesia sendiri memiliki berjuta jenis kebudayaan. Dari berjuta jenis kebudayaan itu mengasilkan berbagai jenis kepribadian pula. Jadi kebudayaan itu memepengaruhi kepribadian sesorang. Terdapat lima tipe kebudayaan khusus yang mempengaruhi bentuk kepribadian yaitu:
1.     Kebudayaan khusus atau dasar faktor kedaerahan. Misalnya dalam cara berdagang dan cara meminang antara orang padang dengan jawa berbeda karena pengaruh daerahnya.
2.     Cara hidup di desa dan di kota berbeda. Anak yang dibesarkan di desa akan mempunyai sifat irit, percaya diri, sedangkan anak yang dibesarkan di kota bersifat individualistik.
3.     Kebudayaan khusus atau kelas sosial, orang yang memiliki materi yang lebih mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berkekurangan
4.     Kebudayaan khusus atas dasar agama, orang yang dididik oleh agama yang berbeda akan memiliki kepribadian yang berbeda pula.
5.      Pekerjaan atau keahlian. Misalnya kepribadian pengajar akan berbeda dengan dokter atau pengacara.
Kesimpulannya kebudayaan diciptakan oleh masyarakat sebagai bentuk penyatuan cipta, karya dan rasa masing-masing individu untuk membentuk nilai dan norma baru yang berlaku dalam masyarakat itu. Kemudian kebudayaan itu dipatuhi oleh masyarakat sehingga terbentuk karakteristik tertentu yang membedakan anatr wilayah. Secara tidak langsung pula budaya akan tercampur dengn budaya lainnya, karena manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya yang memiliki budaya berbeda.
Kebudayaan Barat
Dari berbagai kebudayaan yang ada, kebudayaan barat sangat berpengaruh terhadap dunia. Pengaruh budaya barat terhadap budaya lain ada akibat positif dan negatifnya.
a.     Dampak Positif Kebudayaan Barat
1.     Kemajuan teknologi di dalam kebudayaan barat membuat kita lebih mudah melakuka pekerjaan.
2.     Sistem pemerintah demokrasi sehingga pemerintahan dapat melibatkan masyarakat negara.
3.     Cara berfikir yang baik
b.     Dapak Negatif Kebudayaan Barat
1.     Anak muda lebih suka meniru cara berpakaian budaya barat, sehingga kurang menunjukan budaya aslinya.
2.     Pergaulan yang semakin bebas, seperti sex bebas pada kebudayaan barat yang sangat bertenangan dengan kebudayaan timur.
3.     Timbulnya sikap individualisme
Analisis
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan 3 hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimana ada penduduk pasti akan ada masyarakat dan kebudayaan. Kebudayaan dalam suatu masyarakat didapatkan dari nenek moyang, namun berkembang seiring perkembangan zaman dan masuknya kebudayaan lainnya. Kebudayaan lain pun tidak selalu cocok dan bersifat mendukung dengan suatu budaya, maka dari itu kita juga harus menyaring budaya yang masuk. Walau kebudayaan tidak bisa hilang secara total namun kebudayaan bisa saja pudar, oleh sebab itu baiknya kita terus tetap melestarikan kebudayaan kita. Selain itu, kebudayaan juga membuat hubungan didalam masyarakat menjadi harmonis. Jadi jika kita menjaga kebudayaan itu juga membuat hubungan didalam masyarakat menjadi harmonis.