Pendahuluan
Di dunia yang dihuni oleh berbagai jenis manusia pastilah
banyak perbedaan antara yang satu dan yang lainnya. Karena banyaknya perbedaan
antar manusia ini yang menimbulkan adanya tingkatan atau kasta dalam kehidupan
manusia. Dari tingkatan kasta ini pula akan menimbulkan pelapisan sosial. Kasta disini dapat dikatakan
seperti harta kekayaan, keturunan, gengsi kemasyarakatan, ilmu pengetahuan,
penghormatan, dan kekuasaan.
Teori
Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah pengelompokan masyarakat
berdasarkan kasta, antara kasta yang tinggi dan kasta yang lebih rendah.
Pelapisan sosial terjadi dengan dua cara yaitu :
1.
Terjadi dengan sendirinya
Pelapisan sosial ini terjadi secara alami,
tanpa ada yang mengkehendakin ataupun direncanakan. Kedudukan yang membuat pelapisan sosial ini
terjadi seperti anak raja yang lebih berkuasa daripada anak masyarakat biasa.
2.
Terjadi dengan sengaja
Pelapisan sosial ini terjadi secara sengaja untuk mengejar tujuan bersama.
Disini diberikan secara tegas suatu wewenang kepada seseorang, seperti contoh
polisi yang disegani karena diberikan wewenang.
Berikut pandangan beberapa orang tentang pelapisan sosial :
1.
Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap
negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat
sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Aristoteles membagi
masyrakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah
dan melarat.
2.
Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi
SH. MA. menyatakan : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai
olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka
barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem
berlapis-lapis dalam masyarakat.
3.
Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas
senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan elite dan non-elite. Menurutnya
pangkal dari perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan,
watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4.
Gaotano Mosoa menyatakan bahwa di dalam seluruh
masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada
masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah
kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. Kelas yang pertama jumlahnya
selalu sedikit, menjalankan perananan politik, monopoli kekuasaan dan menikmati
keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu. Sedangkan untuk
kelas yang kedua jumlahnya lebih banyak, diarahkan dan diatur atau diawasi oleh
kelas yang pertama.
5.
Karl Marx menjelaskan ada dua macam di setiap
masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan
kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di
dalam proses produksi.
Dasar-dasar Pembentukan Pelapisan Sosial
1.
Kekayaan dapat dijadikan tolak ukur seseorang
untuk dapat digolongkan ke masyarakat elite.
2.
Kekuasaan dan wewenag, seseorang yang memiliki
kekuasaan dan wewenang dapat dikatakan berada di kasta atas.
3.
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh
anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang
paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem
pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.
Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat merupakan suatu yang membuat bagaimana
semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan
memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding
pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah. Sebagai contoh di Indonesia
sendiri kesamaan derajat diatur dalam UUD 1945 dalam pasal :
1.
Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar
dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan
pemerintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga
negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2.
Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan
berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3.
Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi
mengenai pengajaran.
Elite Dan Massa
Di dalam masyarakat yang berbeda serta memiliki kasta atau
tingkatan, terdapat dua jenis kelompok yaitu elite dan massa. Elite merupakan sebutan untuk sekelompok orang
atau sebagian dari masyarakat yang memiliki kedudukan atau tingkat kederajatan
yang tinggi atau sebagai orang yang terkemuka dikalangannya sehingga menjadi
patokan tingkat kalangan itu sendiri sedangkan massa merupakan masyarakat dalam
jumlah besar yang tidak diketahui golongannya, entah apa kedudukan dan
pangkatnya dalam arti tidak terikat pada pelapisan masyarakat. Namun elite dan
massa memiliki masing-masing fungsi. Fungsi elite sebagai pembedaan suatu
kalangan yang kalangan itu sendiri mempunyai kelebihan atau pangkat yang lebih
tinggi sehingga masyarakat lebih mengenal dan dapat membedakannya dan fungsi
massa sebagai pencipta perdamaian antar sesama, menjalin keharmonisan, dan
keamanan kenyamanan agar tercipta suasana yang seimbang dan tenteram.
Analisis
Di dalam kehidupan masyarakat ini terdapat kasta atau
tingkatan yang biasanya ditentukan oleh kekuasaan dan rata-rata masyarakat yang
memiliki kuasa itu tergolong kedalam golongan elite. Oleh sebab itu sebaiknya kita hidup di dalam masyarakat
tanpa perbedaan dan hidup sama rata karena kita dilahirkan di dunia tanpa
dibeda-bedakan oleh Tuhan.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://sosializer.blogspot.co.id/2014/12/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
http://eritaku.tumblr.com/post/66345731034/assignment-ilmu-sosial-dasar-pelapisan-sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar