Rabu, 23 Desember 2015

Masyarakat Perdesaan Dan Masyarakat Perkotaan

Pendahuluan
Masyarakat merupakan sebuah kumpulan dari manusia yang hidup bersama, saling berhubungan dan tidak dapat hidup individual. Pada makalah ini saya akan membahas tentang masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan yang memiliki hubungan yang saling bergantungan namun memiliki latar belakang kehidupan yang saling bertolak belakang.

Teori
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan atau yang sering urban community merupakan masyarakat yang hidup di perkotaan . Masyarakat perkotaan bisa saja berasal dari masyarakat perdesaan yang pindah ke kota dan sudah lama menjalani hidup di perkotaan. Cara membedakan masyarakat kota atau masyarakat perdesaan dapat dilihat dari ciri-ciri kehidupannya. Berikut ciri-ciri kehidupan masyarakat perkotaan:
1.       Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2.       Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
3.       Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4.       Cara berpikir rasional yang dianut oleh masyarakat perkotaan
5.       Interaksi-interaksi  terjadi lebih karena adanya faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
6.       Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.

Masyarakat Pedesaan
Masyarakat perdesaan merupakan sekumpulan masyarakat yang hidup di perdesaan. Biasanya masyarakat perdesaan hidup secara berkelompok atau suku-suku
Ciri-ciri kehidupan masyarakat perdesaan:
1.       Mata pencaharian utama para penduduk biasanya bertani
2.       Faktor geografis sangat berpengaruh terhadap corak kehidupan masyarakat
3.       Hidupnya lebih berkelompok
4.       Memiliki kepercayaan dan adat istiadat yang sama dalam suatu desa
5.       Mencintai seni dan dekat dengan alam

Berikut  pendapat dari beberapa pandangan tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat perdesaan:
Menurut Shahab (2007),  secara umum ciri-ciri kehidupan masyarakat pedesaan dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.       Mempunyai sifat homogen dalam mata pencaharian, nilai-nilai dalam kebudayaan serta dalam sikap dan tingkah laku
2.       Kehidupan desa lebih menekankan anggota keluarga sebagai unit ekonomi yang berarti semua anggota keluarga turut bersama-sama memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga
3.       Faktor geografi sangat berpengaruh atas kehidupan yang ada. Misalnya, keterikatan anggota keluarga dengan tanah atau desa kelahirannya
4.       Hubungan sesama anggota masyarakat lebih intim dan awet dari pada kota
         
  Pembahasan
Hubungan Desa dan Kota
Hubungan desa dan kota sangatlah dekat, seperti hubungan masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan yang saling membutuhkan. Masyarakat perkotaan membutuhkan bahan pangan dari perdesaan, begitu pun masyarakat perdesaan membutuhkan banyak informasi dan perkembangan zaman. Selain itu juga banyak masyarakat perdesaan yang pindah ke kota untuk mendapatkan kerja dan kehidupan yang lebih layak, dan banyak juga masyarakat perkotaan yang pindah ke desa dengan alasan sudah bosan dengan kehidupan di perkotaan dan ingin mencari kehidupan yang tenang di perdesaan.

Aspek Positif dan Aspek Negatif
Konflik ( Pertengkaran)
Pandangan  orang kota bahwa masyarakat pedesaan  hidupnya lebih  tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan ,sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi. Sebagai contoh saat perayaan pernikahan di desa lebih sering terjadi konflik.

Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.

Kontroversi (pertentangan)
Pertentangan ini terjadi akibat perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontroversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.

Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Kehidupan Masyarakat perkotaan sangat berbeda dengan masyarakat perdesaan, hal ini disebabkan oleh faktor wilayah yang sangat berbeda pula. Di perkotaan dengan  wilayah yang sempit sesak sehingga masyarakat hidup secara individu dan lebih mementingkan diri sendiri sedangkan di perdesaan kehidupannya lebih secara berkelompok dan masih menjunjung tinggi sikap gotong royong.

Analisis
Masyarakat Perdesaan dan masyarakat perkotaan memiliki hubungan yang sangatlah berkaitan, namun sangat bertolak belakang pada cir kehidupan. Perbedaan yang saling bertolak belakang ini disebabkan oleh keadaan, wilayah, kebiasaan serta adat istiadat yang berbeda. Banyak masyarakat perkotaan yang ingin merasakan hidup menjadi masyarakat perdesaan, begitu pun banyak masyarakat perdesaan yang ingin menjadi masyarakat perkotaan.



Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

Pendahuluan
Di dunia yang dihuni oleh berbagai jenis manusia pastilah banyak perbedaan antara yang satu dan yang lainnya. Karena banyaknya perbedaan antar manusia ini yang menimbulkan adanya tingkatan atau kasta dalam kehidupan manusia. Dari tingkatan kasta ini pula akan menimbulkan  pelapisan sosial. Kasta disini dapat dikatakan seperti harta kekayaan, keturunan, gengsi kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, penghormatan, dan kekuasaan.
Teori
Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kasta, antara kasta yang tinggi dan kasta yang lebih rendah. Pelapisan sosial terjadi dengan dua cara yaitu :
1.       Terjadi dengan sendirinya
Pelapisan sosial ini terjadi secara alami, tanpa ada yang mengkehendakin ataupun direncanakan.  Kedudukan yang membuat pelapisan sosial ini terjadi seperti anak raja yang lebih berkuasa daripada anak masyarakat biasa.
2.       Terjadi dengan sengaja
Pelapisan sosial ini terjadi  secara sengaja untuk mengejar tujuan bersama. Disini diberikan secara tegas suatu wewenang kepada seseorang, seperti contoh polisi yang disegani karena diberikan wewenang.

Berikut pandangan beberapa orang tentang pelapisan sosial :
1.       Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Aristoteles membagi masyrakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.
2.       Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
3.       Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan elite dan non-elite. Menurutnya pangkal dari perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4.       Gaotano Mosoa menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. Kelas yang pertama jumlahnya selalu sedikit, menjalankan perananan politik, monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu. Sedangkan untuk kelas yang kedua jumlahnya lebih banyak, diarahkan dan diatur atau diawasi oleh kelas yang pertama.
5.       Karl Marx menjelaskan ada dua macam di setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dasar-dasar Pembentukan Pelapisan Sosial
1.       Kekayaan dapat dijadikan tolak ukur seseorang untuk dapat digolongkan ke masyarakat elite.
2.       Kekuasaan dan wewenag, seseorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang dapat dikatakan berada di kasta atas.
3.       Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat merupakan suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah. Sebagai contoh di Indonesia sendiri kesamaan derajat diatur dalam UUD 1945 dalam pasal :
1.       Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2.       Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3.       Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

Elite Dan Massa
Di dalam masyarakat yang berbeda serta memiliki kasta atau tingkatan, terdapat dua jenis kelompok yaitu elite dan massa.  Elite merupakan sebutan untuk sekelompok orang atau sebagian dari masyarakat yang memiliki kedudukan atau tingkat kederajatan yang tinggi atau sebagai orang yang terkemuka dikalangannya sehingga menjadi patokan tingkat kalangan itu sendiri sedangkan massa merupakan masyarakat dalam jumlah besar yang tidak diketahui golongannya, entah apa kedudukan dan pangkatnya dalam arti tidak terikat pada pelapisan masyarakat. Namun elite dan massa memiliki masing-masing fungsi. Fungsi elite sebagai pembedaan suatu kalangan yang kalangan itu sendiri mempunyai kelebihan atau pangkat yang lebih tinggi sehingga masyarakat lebih mengenal dan dapat membedakannya dan fungsi massa sebagai pencipta perdamaian antar sesama, menjalin keharmonisan, dan keamanan kenyamanan agar tercipta suasana yang seimbang dan tenteram.

Analisis
Di dalam kehidupan masyarakat ini terdapat kasta atau tingkatan yang biasanya ditentukan oleh kekuasaan dan rata-rata masyarakat yang memiliki kuasa itu tergolong kedalam golongan elite. Oleh sebab  itu sebaiknya kita hidup di dalam masyarakat tanpa perbedaan dan hidup sama rata karena kita dilahirkan di dunia tanpa dibeda-bedakan oleh Tuhan.


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://sosializer.blogspot.co.id/2014/12/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
http://eritaku.tumblr.com/post/66345731034/assignment-ilmu-sosial-dasar-pelapisan-sosial