Jumat, 29 Januari 2016

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Pendahuluan
Di peradaban dunia yang semakin maju ini ilmu pegetahuan manusia semakin berkembang, apalagi ilmu pengetahuan tentang teknologi yang semakin tidak terbendung perkembangannya. Disini kita sebagai manusia yang harus mengikuti perkembangan ataukah perkembangan yang harus menunggu manusia? Banyak manusia yang tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi bukan karena alasan tidak mau atau tidak bisa, namun banyak saudara kita yang dihadapi dengan yang namanya kemiskinan sehingga mereka terhalangan dengan perkembangan teknologi.

Teori
Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.

Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Pembahasan
Di Indonesia sendiri ilmu pengetahuan sudah berkembang, apalagi ilmu pengetahuan mengenai teknologi yang semakin maju. Kita ambil contoh seperti berkembangnya teknologi internet di indonesia sendiri yang semakin maju. Pada saat ini kita tidak sulit untuk menemukan yang namanya internet, dimana-mana jaringan internet sudah wajib ada dan menjadi kebutuhan yang penting bagi seseorang. Menggunkan internet juga sangat mudah, anak umur 6 tahun saja sudah banyak yang mampu mengkases internet. Karena kebutuhan sesorang terhadap internet, sesorang akan mengularkan biaya yang dikatakan tidak sedikit untuk mendapakan internet. Namun dibalik enaknya kehidupan seseorang yang mampu mengggunakan teknologi yang sangat memudahkan hidupnya, terdapat saudara-saudara kita yang masih buta akan teknologi tersebut. Mereka buta akan teknologi bukan karena mereka tidak tau, tetapi karena faktor biaya yang bisa dikatakan mahal. Mereka yang memiliki uang pas-pasan atau dapat dikatakatan jauh dari kehidupan sejahtera lebih mementingkan kebutuhan pokok dibandingkan dengan kemajuan teknologi. Sebagai contoh seperti kehidupan di perdesaan yang masih sangat sederhana. Orang-orang di perdesaan bukannya bodoh akan teknologi, namun mereka lebih mementingkan kebutuhan hidup terlebih dahulu.

Analisis
Kehidupan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat sangatlah membantu kita, namun kemajuan teknologi yang tidak didasarkan oleh pengetahuan yang banyak akan sia-sia. Kemajuan teknologi hendaknya digunkan dengan sebaik mungkin, dan jangan sampai merusak norma-norma dan adat istidat daerah setempat. Selain menanggapi perkembangan teknologi yang maju, hendaknya kita juga peka terhadap saudara-saudara kita yang kesusahan dan tidak dapat mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak karena keterbatasan ekonomi.


Sumber: 

Selasa, 26 Januari 2016

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Pendahuluan
Seorang  individu memiliki tingkah laku, itu terjadi karena adanya motivasi untuk memenuhi kebutuhan dan kehendak seorang individu. Kebutuhan dan kepentingan tersebut sifatnya esensial bagi individu itu sendiri. Jika kebutuhan dan kepentingan itu terpenuhi maka ia akan merasa puas, namun juga sebaliknya, apabila pemenuhan kebutuhan dan kepentingan itu gagal maka akan menimbulkan suatu masalah bagi dirinya pribadi serta lingkungannya.
Pada umumnya kebutuhan seorang individu dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kebutuhan biologis dan psikologis.
Teori
Perbedaan Kepentingan
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1.     Kepentingan seorang individu untuk memperoleh kasih sayang
2.     Kepentingan seorang idividu untuk memperoleh pengakuan dari orang lain/ penghargaan dari orang lain
3.     Kepentingan seorang individu untuk memperoleh rasa aman
4.     Kepentingan seorang individu untuk dibutuhkan orang lain
Perbedaan kepentingan inilah yang dapat menimbulkan konflik. Hal ini disebabkan juga adanya perbedaan jarak yang besar antara pengharapan seorang individu dengan apa yang didapatkan sehingga dapat menimbulkan konflik

Prasangka, Diskriminasi dan Ethosentris
Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang bersifat negatif dan merugikan orang lain. Prasangka lebih mengarah ke sikap sesorang terhadap suatu individu, sedangkan diskriminasi berupa perlakuan mengasingkan seorang individu yang dilakukan orang lain. Berikut penyebab terjadinya prasangka:
a.     Pendekatan Historis
Merupakan teori kelas atas dan bawah. Disini kelas atas lebih dominan berprasangka terhada kelas bawah.
b.     Pendekatan Kepribadian
Teori ini menekankan pada faktor kepribadian sebagai penyebab prasangka, disebut dengan frustasi agresi. Menurut teori ini keadaan frustasi merupakan kondisi yang cukup untuk timbulnya tingkah laku agresif
c.      Pendekatan Fenomenologis
Pendekatan ini ditekankan pada bagian individu memandang atau mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka
d.     Pendekatan Naive
Bahwa prasangka lebih menyoroti obyek prasangka tidak menyoroti individu yang berprasangka
Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Dan diajarkan kepada anggota kelompok secara sadar atau tidak, bersama-sama dengan nilai kebudayaan

Pertentangan Sosial Ketegangan dalam
Masyarakat
Konflik (pertentangan) merupakan suatu tingkah laku yang didasarkan oleh emosi seseorang.  Misalnya seperti permusuhan dan kebencian. Konflik dapat terjadi di suatu daerah kecil ataupun daerha yang luas. Adapun cara mengatasi konflik:
1
.     Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2.     Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3.     Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi
4.     Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5.     Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.     Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

Golongan-Golongan yang Berbeda dan
Integrasi Sosial
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.
Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:
1
.     Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2.     Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,arab)
3.     Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4.     Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu

Pembahasan
Manusia hidup di dunia dengan tujuan dan kepentingan hidup tertentu. Setiap manusia memiliki tujuan dan kepentingan hidup yang berbeda, karena adanya perbedaan tersebut maka timbulah yang namanya konflik.Sebagai contoh dalam kehidupan perkuliahan saja sering terjadi konflik, karena perbedaan kepentingan. Ada mahasiswa yang lebih mementingkan organisasi adapun mahasiswa yang lebih mementingkan pembelajaran dan lainnya. Pada kejadian ini akan timbul konflik yang dapat memecahkan satu individu dengan individu yang lainnya, seperti para mahasiswa akan saling berprasangka buruk kepada mahasiswa lain. Prasangka buruk sebenarnya terjadi karena perbedaan kepentingan tadi. Seorang mahasiswa ada yang menganggap organisasi lebih baik daripada kegiatan lain, namun dilain sisi ada mahasiswa yang menganggap organisasi tidak berguna. Namun sebuah konflik dapat diselesaikan dengan integrasi sosial yang dapat menyatukan perbedaan menjadi satu- kesatuan.

Analisis
Jadi manusia hidup dengan tingkah lakunya yang bertujuan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan setiap manusia berbeda sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupannya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang memiliki akal budi hendaknya bertindak tidak berdasarkan nafsu saja. Kita sebagai manusia diciptakan untuk hidup bersama dan berdampingan dengan perbadaan bukan untuk terpisahkan namun kita hidup untuk saling memenuhi kekurangan satu dengan yang lainnya.

Sumber: