Selasa, 29 September 2015

Penduduk ,Masyarakat dan Kebudayaan

Pendahuluan
Penduduk merupakan sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah. Semakin tuanya umur bumi maka pertumbuhan penduduk di  bumi akan semakin besar. Masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk yang saling berinteraksi satu sama lain. Kebudayaan merupakan suatu kebiasaaan yang dilakukan terus menerus biasanya kebudayaan merupakan adat istiadat yang diajarkan nenek moyang kepada cucunya secara turun menurun.
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan ini memiliki hubugan yang saling berkaitan. Penduduk yang tinggal dalam suatu wilayah akan membetuk suatu masyarakat dan pastinya penduduk tersebut memiliki kebudayaan yang diwariskan nenek moyangnya. Kebudayaan sendiri tidak bersifat tetap atau bisa bertambah karena kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain bisa saling berkolaborasi tanpa mengubah banyak kebudayaan aslinya. Jadi, penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah 3 hal yang tidak dapat dipisahkan.
Teori
a.     Penduduk
Penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah. Seiring waktu berjalan penduduk pada suatu wilayah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk ialah bertambahnya penduduk yang menenmpati suatu wilayah. Pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
a.     Kematian
b.     Kelahiaran
c.      Imigrasi
Perumbuhan penduduk memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif pertumbuhan penduduk adalah semakin berlimpahnya sumber daya manusia. Namun dampak positif ini tidak diamanfaatkan secara baik maka akan menimbulkan dampak negatif seperti kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan, kelaparan dan timbul kejahatan sosial. Pertumbuhan penduduk ini membuat suatu wilayah pasti mengalami kepadatan penduduk.
b.     Masyarakat
Masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk yang  menetapi suatu wilayah. Didalam masyarakat memiliki kebudayaan tersendiri. Masyarakat secara tidak langsung dapat dibedakan menjadi 2 yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Pertama masyarakat maju, merupakan masyarakat yang masih mebedakan derajat antara pria dan wanita. Disini pria dianggap memiliki kekuatan tenaga lebih dibandingkan wanita, begitupun penerapan didalam kerja seperti lelaki melakukan pekerjaan seperti menebang pohon sedangkan wanita melakukan pekerjaan lebih ringan seperti memasak. Kedua masyarakat maju, merupakan masyarakat yang memiliki aneka ragam kelompok sosial atau yang lebih dikenal dengan sebutan organisasi. Organisasi ini tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tujauan tertentu.
c.      Kebudayaan
Kebudayaan merupakan adat istiadat yang biasanya diwariskan oleh nenek moyang kepada penerusnya. Kebudayaan dapat memperlihatkan ciri khas dari suatu daerah karena setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbedah contohnya seperti kebudayaan timur dan kebudayaan barat.  Kebudayaan dapat terbentuk dari kolaborasi berbagai budaya, sehingga menjadikan kebudayaan baru. Kebudayaan sendiri bersifat tetap selama manusia terus memiliki keturunan, namun kebudayaan dapat saja pudar namun tidak dapat hilang.



Pembahasan

Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang terjadi di Indonesia sangat besar dan tidak terkendali, sehingga mengakibatkan kurangnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat masyarakat hidup tidak layak. Akibat dari hidup tidak layak ini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain kurangnya lapangan pekerjaan, pertumbuhan penduduk juga berdampak pada kekurangan lahan tempat tinggal yang layak. Berikut ini macam-macam kepadatan penduduk:
a.     Kepadatan penduduk arimatik
Kepadatan penduduk arimatik adalah rata-rata jumlah penduduk yang tinggal dalam 1 km persegi wilayah. Contoh 1000 jiwa  : 4 km persegi = 250 jiwa per km persegi. Jadi dalam satu km persegi tidak boleh lebih dari 250 jiwa. 
b.     Kepadatan  penududuk Agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah kepadatan penduduk adalah rata- rata penduduk yang bekerja sebagai petani per satuan luas(km persegi) contohnya ada 600 orang petani : 4 km persegi = 150 petani/km persegi. Jadi dalam satu km persegi hanya boleh digarap oleh 150 petani.
c.      Kepadatan penduduk ekonomis
Kepadatan penduduk ekonomis adalah rata-rata dari jumlah penduduk dengan luas lahan dalam kapasitas produksinya.contohnya 400 jiwa : 2 km persegi lahn produksi = 200 jiwa per km persegi lahan produksi. Jadi setiap km persegi lahan produksi hanya boleh dikelolah oleh 200 jiwa saja.
 Faktor-faktor penyebab kepadatan penduduk
a.     Faktor Kelahiran
Faktor kelahiran merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk penduduk. Contohnya di Jawa timur, Data Badan Pusat Statistik Pada tahun 1971 jumlah penduduk jawa timur mencapai 25 juta jiwa, pada tahun 1980 meningkat menjadi 29 juta, pada tahun 1990 meningkat menjadi 32 juta, pada tahun 1995 meningkat menjadi 33 juta, pada tahun 2000 meningkat menjadi 34 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 37 juta jiwa. Jika pertumbuhan penduduk tidak dapat diredam maka akan terjadi kepadatan penduduk.
b.     Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor yang sering kita saksikan terutama d ibukota. Faktor ini disebabkan lapangan pekerjaan di perdesaan lebih sedikit dibanding d perkotaan. Jadi untuk mengurangi kepadatan penduduk d wilayah khusunya perkotaan maka harus dibuka lebih banyak lapangan pekerjaan secar merata agar tidak terjadi perpindahan penduduk dari desa ke kota.
c.      Faktor sosial
Faktor sosal menjadi faktor kepadatan penduduk. Penduduk tidak akan berpindah wilayah jika dia merasa wilayah sekitar kehidupannya nyaman. Jadi jika suatu wilayah tidak nyaman maka penduduk reatif sedikit dibanding daerah yang lebih nyaman.
d.     Faktor iklim dan tempat strategis
Faktor iklim disebabkan suatu wilayah memiliki iklim yang baik, seperti untuk bercocok tanam. Hal ini yang menyebabkan orang beramai-ramai pindah ke wilayah tersebut untuk medapatkan keuntungan yang lebih. Jika hal ini terus menerus tejadi dapat dipastikan pasti akan terjadi kepadatan penduduk.
                     Cara mengatasi kepadatan penduduk
a.     Menekan angka kelahiran
Dengan menekan angka kelahiran maka kepadatan penduduk bisa sedikit berkurang. Di Indonesia sendiri pemerintah menerapkan program KB(Keluarga Berencana). Walaupun masyarakat masih belum banyak yang mengikuti program pemerintah ini, namun  program ini telah membantu untuk menekan angka kelahiran di Indonesia.
b.     Dengan Melakukan Perpindahan Penduduk
Dengan melakukan perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang lebih kurang penduduknya. Dengan upaya ini pemerintah dapat meyelesaikan masalah kepadatan penduduk dan juga penduduk lebih merata.
c.      Dengan Mebuka Banyak Lapangan Pekerjaan
Faktor kepadatan penduduk disebabkan oleh berpindahnya masyarakat perdesaan ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan dibukanya lapangan pekerjaan  yang lebih d perdesaan dapat membantu mengurangi kepadatan penduduk di daerah seperti perkotaan.


Kebudayaan dan Kepribadian
Pada suatu eeilayah pasti memiliki kebudayaan, setiap daerah    memiliki kebudyaan yang berbeda. Di Indonesia sendiri memiliki berjuta jenis kebudayaan. Dari berjuta jenis kebudayaan itu mengasilkan berbagai jenis kepribadian pula. Jadi kebudayaan itu memepengaruhi kepribadian sesorang. Terdapat lima tipe kebudayaan khusus yang mempengaruhi bentuk kepribadian yaitu:
1.     Kebudayaan khusus atau dasar faktor kedaerahan. Misalnya dalam cara berdagang dan cara meminang antara orang padang dengan jawa berbeda karena pengaruh daerahnya.
2.     Cara hidup di desa dan di kota berbeda. Anak yang dibesarkan di desa akan mempunyai sifat irit, percaya diri, sedangkan anak yang dibesarkan di kota bersifat individualistik.
3.     Kebudayaan khusus atau kelas sosial, orang yang memiliki materi yang lebih mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berkekurangan
4.     Kebudayaan khusus atas dasar agama, orang yang dididik oleh agama yang berbeda akan memiliki kepribadian yang berbeda pula.
5.      Pekerjaan atau keahlian. Misalnya kepribadian pengajar akan berbeda dengan dokter atau pengacara.
Kesimpulannya kebudayaan diciptakan oleh masyarakat sebagai bentuk penyatuan cipta, karya dan rasa masing-masing individu untuk membentuk nilai dan norma baru yang berlaku dalam masyarakat itu. Kemudian kebudayaan itu dipatuhi oleh masyarakat sehingga terbentuk karakteristik tertentu yang membedakan anatr wilayah. Secara tidak langsung pula budaya akan tercampur dengn budaya lainnya, karena manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya yang memiliki budaya berbeda.
Kebudayaan Barat
Dari berbagai kebudayaan yang ada, kebudayaan barat sangat berpengaruh terhadap dunia. Pengaruh budaya barat terhadap budaya lain ada akibat positif dan negatifnya.
a.     Dampak Positif Kebudayaan Barat
1.     Kemajuan teknologi di dalam kebudayaan barat membuat kita lebih mudah melakuka pekerjaan.
2.     Sistem pemerintah demokrasi sehingga pemerintahan dapat melibatkan masyarakat negara.
3.     Cara berfikir yang baik
b.     Dapak Negatif Kebudayaan Barat
1.     Anak muda lebih suka meniru cara berpakaian budaya barat, sehingga kurang menunjukan budaya aslinya.
2.     Pergaulan yang semakin bebas, seperti sex bebas pada kebudayaan barat yang sangat bertenangan dengan kebudayaan timur.
3.     Timbulnya sikap individualisme
Analisis
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan 3 hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimana ada penduduk pasti akan ada masyarakat dan kebudayaan. Kebudayaan dalam suatu masyarakat didapatkan dari nenek moyang, namun berkembang seiring perkembangan zaman dan masuknya kebudayaan lainnya. Kebudayaan lain pun tidak selalu cocok dan bersifat mendukung dengan suatu budaya, maka dari itu kita juga harus menyaring budaya yang masuk. Walau kebudayaan tidak bisa hilang secara total namun kebudayaan bisa saja pudar, oleh sebab itu baiknya kita terus tetap melestarikan kebudayaan kita. Selain itu, kebudayaan juga membuat hubungan didalam masyarakat menjadi harmonis. Jadi jika kita menjaga kebudayaan itu juga membuat hubungan didalam masyarakat menjadi harmonis.