Pendahuluan
Penduduk merupakan sekumpulan manusia
yang menempati suatu wilayah. Semakin tuanya umur bumi maka pertumbuhan
penduduk di bumi akan semakin besar.
Masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk yang saling berinteraksi satu sama
lain. Kebudayaan merupakan suatu kebiasaaan yang dilakukan terus menerus
biasanya kebudayaan merupakan adat istiadat yang diajarkan nenek moyang kepada
cucunya secara turun menurun.
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
ini memiliki hubugan yang saling berkaitan. Penduduk yang tinggal dalam suatu
wilayah akan membetuk suatu masyarakat dan pastinya penduduk tersebut memiliki
kebudayaan yang diwariskan nenek moyangnya. Kebudayaan sendiri tidak bersifat
tetap atau bisa bertambah karena kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang
lain bisa saling berkolaborasi tanpa mengubah banyak kebudayaan aslinya. Jadi,
penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah 3 hal yang tidak dapat dipisahkan.
Teori
a.
Penduduk
Penduduk
adalah sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah. Seiring waktu berjalan
penduduk pada suatu wilayah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan
penduduk ialah bertambahnya penduduk yang menenmpati suatu wilayah. Pertumbuhan
penduduk ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
a. Kematian
b. Kelahiaran
c. Imigrasi
Perumbuhan penduduk memiliki dampak
positif dan negatif. Dampak positif pertumbuhan penduduk adalah semakin
berlimpahnya sumber daya manusia. Namun dampak positif ini tidak diamanfaatkan
secara baik maka akan menimbulkan dampak negatif seperti kurangnya lapangan
pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan, kelaparan dan timbul kejahatan sosial.
Pertumbuhan penduduk ini membuat suatu wilayah pasti mengalami kepadatan
penduduk.
b.
Masyarakat
Masyarakat
merupakan kumpulan dari penduduk yang menetapi
suatu wilayah. Didalam masyarakat memiliki kebudayaan tersendiri. Masyarakat
secara tidak langsung dapat dibedakan menjadi 2 yaitu masyarakat sederhana dan
masyarakat maju. Pertama masyarakat maju, merupakan masyarakat yang masih
mebedakan derajat antara pria dan wanita. Disini pria dianggap memiliki
kekuatan tenaga lebih dibandingkan wanita, begitupun penerapan didalam kerja
seperti lelaki melakukan pekerjaan seperti menebang pohon sedangkan wanita
melakukan pekerjaan lebih ringan seperti memasak. Kedua masyarakat maju,
merupakan masyarakat yang memiliki aneka ragam kelompok sosial atau yang lebih
dikenal dengan sebutan organisasi. Organisasi ini tumbuh dan berkembang dalam
masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tujauan tertentu.
c.
Kebudayaan
Kebudayaan
merupakan adat istiadat yang biasanya diwariskan oleh nenek moyang kepada
penerusnya. Kebudayaan dapat memperlihatkan ciri khas dari suatu daerah karena
setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbedah contohnya seperti kebudayaan
timur dan kebudayaan barat. Kebudayaan
dapat terbentuk dari kolaborasi berbagai budaya, sehingga menjadikan kebudayaan
baru. Kebudayaan sendiri bersifat tetap selama manusia terus memiliki
keturunan, namun kebudayaan dapat saja pudar namun tidak dapat hilang.
Pembahasan
Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang
terjadi di Indonesia sangat besar dan tidak terkendali, sehingga mengakibatkan
kurangnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat masyarakat hidup tidak layak.
Akibat dari hidup tidak layak ini banyak masyarakat yang terpaksa melakukan
tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain kurangnya lapangan
pekerjaan, pertumbuhan penduduk juga berdampak pada kekurangan lahan tempat
tinggal yang layak. Berikut ini macam-macam kepadatan penduduk:
a. Kepadatan penduduk arimatik
Kepadatan
penduduk arimatik adalah rata-rata jumlah penduduk yang tinggal dalam 1 km
persegi wilayah. Contoh 1000 jiwa : 4 km
persegi = 250 jiwa per km persegi. Jadi dalam satu km persegi tidak boleh lebih
dari 250 jiwa.
b. Kepadatan penududuk Agraris
Kepadatan
penduduk agraris adalah kepadatan penduduk adalah rata- rata penduduk yang
bekerja sebagai petani per satuan luas(km persegi) contohnya ada 600 orang
petani : 4 km persegi = 150 petani/km persegi. Jadi dalam satu km persegi hanya
boleh digarap oleh 150 petani.
c. Kepadatan penduduk ekonomis
Kepadatan
penduduk ekonomis adalah rata-rata dari jumlah penduduk dengan luas lahan dalam
kapasitas produksinya.contohnya 400 jiwa : 2 km persegi lahn produksi = 200
jiwa per km persegi lahan produksi. Jadi setiap km persegi lahan produksi hanya
boleh dikelolah oleh 200 jiwa saja.
Faktor-faktor penyebab
kepadatan penduduk
a.
Faktor Kelahiran
Faktor
kelahiran merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan
penduduk penduduk. Contohnya di Jawa timur,
Data Badan Pusat Statistik Pada tahun 1971 jumlah penduduk jawa timur mencapai
25 juta jiwa, pada tahun 1980 meningkat menjadi 29 juta, pada tahun 1990
meningkat menjadi 32 juta, pada tahun 1995 meningkat menjadi 33 juta, pada tahun
2000 meningkat menjadi 34 juta dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 37 juta
jiwa. Jika pertumbuhan penduduk tidak dapat diredam maka akan terjadi kepadatan
penduduk.
b.
Faktor
Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor yang sering
kita saksikan terutama d ibukota. Faktor ini disebabkan lapangan pekerjaan di
perdesaan lebih sedikit dibanding d perkotaan. Jadi untuk mengurangi kepadatan
penduduk d wilayah khusunya perkotaan maka harus dibuka lebih banyak lapangan
pekerjaan secar merata agar tidak terjadi perpindahan penduduk dari desa ke
kota.
c.
Faktor
sosial
Faktor sosal menjadi faktor kepadatan
penduduk. Penduduk tidak akan berpindah wilayah jika dia merasa wilayah sekitar
kehidupannya nyaman. Jadi jika suatu wilayah tidak nyaman maka penduduk reatif
sedikit dibanding daerah yang lebih nyaman.
d.
Faktor
iklim dan tempat strategis
Faktor iklim disebabkan suatu wilayah memiliki iklim yang
baik, seperti untuk bercocok tanam. Hal ini yang menyebabkan orang
beramai-ramai pindah ke wilayah tersebut untuk medapatkan keuntungan yang
lebih. Jika hal ini terus menerus tejadi dapat dipastikan pasti akan terjadi
kepadatan penduduk.
Cara mengatasi kepadatan penduduk
a.
Menekan
angka kelahiran
Dengan menekan angka kelahiran maka kepadatan
penduduk bisa sedikit berkurang. Di Indonesia sendiri pemerintah menerapkan program
KB(Keluarga Berencana). Walaupun masyarakat masih belum banyak yang mengikuti
program pemerintah ini, namun program
ini telah membantu untuk menekan angka kelahiran di Indonesia.
b.
Dengan Melakukan Perpindahan Penduduk
Dengan
melakukan perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang lebih
kurang penduduknya. Dengan upaya ini pemerintah dapat meyelesaikan masalah
kepadatan penduduk dan juga penduduk lebih merata.
c.
Dengan Mebuka Banyak Lapangan
Pekerjaan
Faktor
kepadatan penduduk disebabkan oleh berpindahnya masyarakat perdesaan ke kota
untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan dibukanya lapangan pekerjaan yang lebih d perdesaan dapat membantu
mengurangi kepadatan penduduk di daerah seperti perkotaan.
Kebudayaan dan
Kepribadian
Pada suatu eeilayah pasti memiliki kebudayaan, setiap daerah memiliki kebudyaan yang berbeda. Di
Indonesia sendiri memiliki berjuta jenis kebudayaan. Dari berjuta jenis
kebudayaan itu mengasilkan berbagai jenis kepribadian pula. Jadi kebudayaan itu
memepengaruhi kepribadian sesorang. Terdapat lima tipe kebudayaan khusus yang mempengaruhi bentuk
kepribadian yaitu:
1. Kebudayaan khusus atau dasar faktor
kedaerahan. Misalnya dalam cara berdagang dan cara meminang antara orang padang
dengan jawa berbeda karena pengaruh daerahnya.
2. Cara hidup di desa dan di kota
berbeda. Anak yang dibesarkan di desa akan mempunyai sifat irit, percaya diri,
sedangkan anak yang dibesarkan di kota bersifat individualistik.
3. Kebudayaan khusus atau kelas sosial,
orang yang memiliki materi yang lebih mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan
orang yang berkekurangan
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama,
orang yang dididik oleh agama yang berbeda akan memiliki kepribadian yang
berbeda pula.
5. Pekerjaan atau keahlian. Misalnya
kepribadian pengajar akan berbeda dengan dokter atau pengacara.
Kesimpulannya kebudayaan diciptakan
oleh masyarakat sebagai bentuk penyatuan cipta, karya dan rasa masing-masing
individu untuk membentuk nilai dan norma baru yang berlaku dalam masyarakat itu.
Kemudian kebudayaan itu dipatuhi oleh masyarakat sehingga terbentuk karakteristik
tertentu yang membedakan anatr wilayah. Secara tidak langsung pula budaya akan
tercampur dengn budaya lainnya, karena manusia selalu berinteraksi dengan
manusia lainnya yang memiliki budaya berbeda.
Kebudayaan Barat
Dari berbagai kebudayaan yang ada, kebudayaan barat sangat
berpengaruh terhadap dunia. Pengaruh budaya barat terhadap budaya lain ada
akibat positif dan negatifnya.
a. Dampak Positif Kebudayaan Barat
1. Kemajuan teknologi di dalam
kebudayaan barat membuat kita lebih mudah melakuka pekerjaan.
2. Sistem pemerintah demokrasi sehingga
pemerintahan dapat melibatkan masyarakat negara.
3. Cara berfikir yang baik
b. Dapak Negatif Kebudayaan Barat
1. Anak muda lebih suka meniru cara
berpakaian budaya barat, sehingga kurang menunjukan budaya aslinya.
2. Pergaulan yang semakin bebas, seperti
sex bebas pada kebudayaan barat yang sangat bertenangan dengan kebudayaan
timur.
3. Timbulnya sikap individualisme
Analisis
Penduduk,
masyarakat dan kebudayaan merupakan 3 hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimana
ada penduduk pasti akan ada masyarakat dan kebudayaan. Kebudayaan dalam suatu
masyarakat didapatkan dari nenek moyang, namun berkembang seiring perkembangan
zaman dan masuknya kebudayaan lainnya. Kebudayaan lain pun tidak selalu cocok
dan bersifat mendukung dengan suatu budaya, maka dari itu kita juga harus menyaring
budaya yang masuk. Walau kebudayaan tidak bisa hilang secara total namun
kebudayaan bisa saja pudar, oleh sebab itu baiknya kita terus tetap
melestarikan kebudayaan kita. Selain itu, kebudayaan juga membuat hubungan
didalam masyarakat menjadi harmonis. Jadi jika kita menjaga kebudayaan itu juga
membuat hubungan didalam masyarakat menjadi harmonis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar