Selasa, 26 Januari 2016

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Pendahuluan
Seorang  individu memiliki tingkah laku, itu terjadi karena adanya motivasi untuk memenuhi kebutuhan dan kehendak seorang individu. Kebutuhan dan kepentingan tersebut sifatnya esensial bagi individu itu sendiri. Jika kebutuhan dan kepentingan itu terpenuhi maka ia akan merasa puas, namun juga sebaliknya, apabila pemenuhan kebutuhan dan kepentingan itu gagal maka akan menimbulkan suatu masalah bagi dirinya pribadi serta lingkungannya.
Pada umumnya kebutuhan seorang individu dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kebutuhan biologis dan psikologis.
Teori
Perbedaan Kepentingan
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1.     Kepentingan seorang individu untuk memperoleh kasih sayang
2.     Kepentingan seorang idividu untuk memperoleh pengakuan dari orang lain/ penghargaan dari orang lain
3.     Kepentingan seorang individu untuk memperoleh rasa aman
4.     Kepentingan seorang individu untuk dibutuhkan orang lain
Perbedaan kepentingan inilah yang dapat menimbulkan konflik. Hal ini disebabkan juga adanya perbedaan jarak yang besar antara pengharapan seorang individu dengan apa yang didapatkan sehingga dapat menimbulkan konflik

Prasangka, Diskriminasi dan Ethosentris
Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang bersifat negatif dan merugikan orang lain. Prasangka lebih mengarah ke sikap sesorang terhadap suatu individu, sedangkan diskriminasi berupa perlakuan mengasingkan seorang individu yang dilakukan orang lain. Berikut penyebab terjadinya prasangka:
a.     Pendekatan Historis
Merupakan teori kelas atas dan bawah. Disini kelas atas lebih dominan berprasangka terhada kelas bawah.
b.     Pendekatan Kepribadian
Teori ini menekankan pada faktor kepribadian sebagai penyebab prasangka, disebut dengan frustasi agresi. Menurut teori ini keadaan frustasi merupakan kondisi yang cukup untuk timbulnya tingkah laku agresif
c.      Pendekatan Fenomenologis
Pendekatan ini ditekankan pada bagian individu memandang atau mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka
d.     Pendekatan Naive
Bahwa prasangka lebih menyoroti obyek prasangka tidak menyoroti individu yang berprasangka
Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Dan diajarkan kepada anggota kelompok secara sadar atau tidak, bersama-sama dengan nilai kebudayaan

Pertentangan Sosial Ketegangan dalam
Masyarakat
Konflik (pertentangan) merupakan suatu tingkah laku yang didasarkan oleh emosi seseorang.  Misalnya seperti permusuhan dan kebencian. Konflik dapat terjadi di suatu daerah kecil ataupun daerha yang luas. Adapun cara mengatasi konflik:
1
.     Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2.     Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3.     Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi
4.     Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5.     Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.     Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

Golongan-Golongan yang Berbeda dan
Integrasi Sosial
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.
Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:
1
.     Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2.     Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,arab)
3.     Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4.     Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu

Pembahasan
Manusia hidup di dunia dengan tujuan dan kepentingan hidup tertentu. Setiap manusia memiliki tujuan dan kepentingan hidup yang berbeda, karena adanya perbedaan tersebut maka timbulah yang namanya konflik.Sebagai contoh dalam kehidupan perkuliahan saja sering terjadi konflik, karena perbedaan kepentingan. Ada mahasiswa yang lebih mementingkan organisasi adapun mahasiswa yang lebih mementingkan pembelajaran dan lainnya. Pada kejadian ini akan timbul konflik yang dapat memecahkan satu individu dengan individu yang lainnya, seperti para mahasiswa akan saling berprasangka buruk kepada mahasiswa lain. Prasangka buruk sebenarnya terjadi karena perbedaan kepentingan tadi. Seorang mahasiswa ada yang menganggap organisasi lebih baik daripada kegiatan lain, namun dilain sisi ada mahasiswa yang menganggap organisasi tidak berguna. Namun sebuah konflik dapat diselesaikan dengan integrasi sosial yang dapat menyatukan perbedaan menjadi satu- kesatuan.

Analisis
Jadi manusia hidup dengan tingkah lakunya yang bertujuan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan setiap manusia berbeda sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupannya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang memiliki akal budi hendaknya bertindak tidak berdasarkan nafsu saja. Kita sebagai manusia diciptakan untuk hidup bersama dan berdampingan dengan perbadaan bukan untuk terpisahkan namun kita hidup untuk saling memenuhi kekurangan satu dengan yang lainnya.

Sumber:

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar