Pendahuluan
Seorang individu
memiliki tingkah laku, itu terjadi karena adanya motivasi untuk memenuhi
kebutuhan dan kehendak seorang individu. Kebutuhan dan kepentingan tersebut
sifatnya esensial bagi individu itu sendiri. Jika kebutuhan dan kepentingan itu
terpenuhi maka ia akan merasa puas, namun juga sebaliknya, apabila pemenuhan
kebutuhan dan kepentingan itu gagal maka akan menimbulkan suatu masalah bagi
dirinya pribadi serta lingkungannya.
Pada umumnya kebutuhan seorang individu dibagi menjadi 2
jenis, yaitu kebutuhan biologis dan psikologis.
Teori
Perbedaan Kepentingan
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku,
maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat
merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu,
individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam
aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan
muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1.
Kepentingan
seorang individu untuk memperoleh kasih sayang
2.
Kepentingan
seorang idividu untuk memperoleh pengakuan dari orang lain/ penghargaan dari
orang lain
3.
Kepentingan
seorang individu untuk memperoleh rasa aman
4.
Kepentingan
seorang individu untuk dibutuhkan orang lain
Perbedaan kepentingan inilah yang dapat menimbulkan konflik.
Hal ini disebabkan juga adanya perbedaan jarak yang besar antara pengharapan
seorang individu dengan apa yang didapatkan sehingga dapat menimbulkan konflik
Prasangka, Diskriminasi dan
Ethosentris
Prasangka dan diskriminasi merupakan dua hal yang bersifat
negatif dan merugikan orang lain. Prasangka lebih mengarah ke sikap sesorang
terhadap suatu individu, sedangkan diskriminasi berupa perlakuan mengasingkan
seorang individu yang dilakukan orang lain. Berikut penyebab terjadinya
prasangka:
a.
Pendekatan
Historis
Merupakan teori kelas atas dan bawah. Disini kelas atas lebih dominan
berprasangka terhada kelas bawah.
b. Pendekatan Kepribadian
Teori ini menekankan pada faktor kepribadian sebagai penyebab prasangka,
disebut dengan frustasi agresi. Menurut teori ini keadaan frustasi merupakan
kondisi yang cukup untuk timbulnya tingkah laku agresif
c. Pendekatan Fenomenologis
Pendekatan ini ditekankan pada bagian individu memandang atau
mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka
d.
Pendekatan
Naive
Bahwa prasangka lebih menyoroti obyek
prasangka tidak menyoroti individu yang berprasangka
Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur
kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Dan
diajarkan kepada anggota kelompok secara sadar atau tidak, bersama-sama dengan
nilai kebudayaan
Pertentangan Sosial Ketegangan dalam
Masyarakat
Konflik
(pertentangan) merupakan suatu tingkah laku yang didasarkan oleh emosi
seseorang. Misalnya seperti permusuhan
dan kebencian. Konflik dapat terjadi di suatu daerah kecil ataupun daerha yang
luas. Adapun cara mengatasi konflik:
1
. Elimination; yaitu pengunduran diri
salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami
mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2. Subjugation atau domination, artinya
orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau
pihak lain untuk mentaatinya
3. Mjority Rule artinya suara terbanyak
yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan
argumentasi
4. Minority Consent; artinya kelompok
mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan
dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5. Compromise; artinya kedua atau semua
sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan
tengah
6. Integration; artinya
pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah
kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua
pihak.
Golongan-Golongan yang Berbeda dan
Integrasi Sosial
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk
yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan
oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk
dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui
jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari
kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa,
Nasional Indonesia.
Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah
integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi
keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya,
mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda
tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam
integrasi:
1
.
Tuntutan
penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2.
Isu
asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga
negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,arab)
3.
Agama,
sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4.
Prasangka
yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu
Pembahasan
Manusia hidup di dunia dengan tujuan dan kepentingan hidup
tertentu. Setiap manusia memiliki tujuan dan kepentingan hidup yang berbeda,
karena adanya perbedaan tersebut maka timbulah yang namanya konflik.Sebagai
contoh dalam kehidupan perkuliahan saja sering terjadi konflik, karena perbedaan
kepentingan. Ada mahasiswa yang lebih mementingkan organisasi adapun mahasiswa
yang lebih mementingkan pembelajaran dan lainnya. Pada kejadian ini akan timbul
konflik yang dapat memecahkan satu individu dengan individu yang lainnya,
seperti para mahasiswa akan saling berprasangka buruk kepada mahasiswa lain.
Prasangka buruk sebenarnya terjadi karena perbedaan kepentingan tadi. Seorang
mahasiswa ada yang menganggap organisasi lebih baik daripada kegiatan lain,
namun dilain sisi ada mahasiswa yang menganggap organisasi tidak berguna. Namun
sebuah konflik dapat diselesaikan dengan integrasi sosial yang dapat menyatukan
perbedaan menjadi satu- kesatuan.
Analisis
Jadi manusia hidup dengan tingkah lakunya yang bertujuan
untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan setiap manusia berbeda sehingga
menimbulkan konflik dalam kehidupannya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang
memiliki akal budi hendaknya bertindak tidak berdasarkan nafsu saja. Kita
sebagai manusia diciptakan untuk hidup bersama dan berdampingan dengan
perbadaan bukan untuk terpisahkan namun kita hidup untuk saling memenuhi
kekurangan satu dengan yang lainnya.
Sumber:
http://dwikyreza.wordpress.com/2010/11/12/pertentangan-pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/
http://dwikyreza.wordpress.com/2010/11/12/pertentangan-pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar