Pendahuluan
Di dunia ini sebagian besar dihuni oleh penduduk kalangan
muda atau yang sering kita dengar dengan sebutan “Pemuda”. Seorang pemuda mempunyai
karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki
moralitas. Ciri khas ini yang membangun pemuda sehingga pemuda dapat dijadikan
contoh dalam kehidupan masyarakat. Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh
ke arah yang salah dan menimbulkan
kekacauan di dalam masyarakat. Banyak pemuda yang jatuh ke arah yang salah
dikarenakan emosi seorang pemuda sangatlah labil dan tidak terkontrol. Oleh
sebab itu peranan masyarakat, pergaulan serta pendidikan sangat dibutuhkan
untuk membangun pemuda yang berkarakter baik.
Teori
Pemuda
Pemuda merupakan sesorang
berusia produktif yang sedang
berada pada fase menjadi seorang yang dewasa. WHO menggolongkan usia seorang
pemuda berada di kisaran 10-24 tahun. Pemuda juga memiliki pengertian lain yaitu suatu generasi yang dipundaknya
terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal
ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi
yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan
melanjutkan estafet pembangunan.Seorang pemuda memiliki kelemahan yaitu susah
mengatur emosinya, selain kelemahan seorang pemuda juga memiliki kelebihan
yaitu mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural
dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses yang membuat individu memahami bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat
berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota di dalam masyarakat. Selain itu ada juga pengertian
sosialaisasi menurut beberapa ahli :
• Charlotte
Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu
belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya
agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
• Peter
Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati
serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan
membentuk kepribadiannya.
• Paul B.
Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati
serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan
membentuk kepribadiannya.
• Soerjono
Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan
kepada warga masyarakat yang baru.
Pembahasan
Internalisasi belajar
dan Sosialisasi
Internalisasi merupakan proses pembelajaran atau penyerapan
pengetahuan ke dalam pikiran sehingga sesorang mampu memahami suatu ajaran atau ilmu. Contoh internalisasi
adalah mebaca buku, cetak maupun digital. Sementara itu internalisasi belajar
dapat terjadi juga lewat media sosial,contohnya saat seorang pelajar mendapat tugas sekolah,mereka
tidak perlu bersusah payah mencari di media cetak,mereka dapat dengan mudah
mendapatkan informasi yang mereka perlukan di media sosial,bahkan informasi
yang mereka dapat jauh lebih banyak dan lebih luas dari pada di media cetak. Namun
pengawasan orang tua sangat diperlukan karena
di media sosial informasi yang didapat sangatlah luas dan dimedia sosial juga
terdapat informasi yang seharusnya mereka belum boleh mendapatkannya karena umur dan pola
pikir mereka yang masih belum sesuai.
Sosialisasi merupakan
suatu peroses yang mempelajari tentang
norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan
masyarakat. Jadi jika tidak adanya
Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan
ada perubahan dilingkungan itu. Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia
dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal
dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag
disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.
Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna
untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya,
nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak
yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya
suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan
kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
Tahapan Norma Kolektif
> Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau
sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa
peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak
kenal dalam arti Masyarakat Luas
Pemuda dan Identitas
Pemuda merupakan cerminan dari keadaan lingkungan di suatu
masyarakat, dimana lingkungan yang baik akan memiliki kualitas pemuda yang baik.
Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh dalam kegelapan seperti, mencoba
menggunakan narkoba, melawan orang tua,
sex bebas, dan frustsi . Tidak salah banyak pemuda yang jatuh ke jalan
yang gelap karena seorang pemuda berada pada tingkat emosional yang labil, oleh
sebab itu pemuda harus lebih banyak melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Beberapa
contoh kegiatan positif yang dilakukan
di dalam masyarakat seperti gotong royong, kegiatan adat istiadat, kegiatan
agama dan acara lainnya. Namun kembali lagi ke jaman yang semakin maju maka
lunturlah kegiatan itu semua. Semua kegiatan anak muda jaman sekarang
tergantinkan dengan nikmatnya media sosial dan teknologi yang semakin maju. Dahulu pemuda
berkumpul untuk saling bersosialisasi tetapi sekarang berkomunkasi hanya
melalui internet saja. Peran pemuda yang seperti ini hanya menjadi konsumen dan
penikmat saja tidak menimbulkan inovasi baru. Jika ini terus dibiarkan dan
terus terjadi maka akan memunculkan kehancuran yang besar bagi bangsa.
Perguruan dan
Pendidikan
Pendidikan adalah proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat . Tingkatan – tingkatan pendidikan:
1.Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun, dimulai dari SD sampai dengan SMP.
2. Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar, pendidikan SMA. Pendidikan menengah merupakan tahapan sebelum sesorang melanjutkan ke perguruan tinggi
3. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang
pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara
2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang
pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta
Tujuan dari semua pendidikan sama yaitu mendapatkan ilmu yang banyak dan dapat berguna di dalam masyarakat. Dan alasan mengapa semua orang ingin sampai dengan tingkat pendidikan tertinggi karena disaat sesorang mencapai pendidikan tertinggi maka akan lebih dipandang di dalam masyarakat.
Analisis
Pemuda merupakan harapan masyarakat sebagai penerus bangsa.
Pemuda selalu menjadi tolak ukur kondisi dalam suatu masyarakat.Setiap manusia
mengalami masa muda dan mengalami masa dimana emosi yang sangat labil. Namun
yang membedakan satu dan yang lain adalah jalan mana yang akan dipilih oleh orang
tersebut, apakah jalan yang benar atau jalan yang gelap.
Referensi:
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-pendidikan-dan-perguruan.html
http://rianwibowo89.blogspot.co.id/2012/11/sofkill-minggu-ke-4-perguruan-dan.html
Referensi:
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-pendidikan-dan-perguruan.html
http://rianwibowo89.blogspot.co.id/2012/11/sofkill-minggu-ke-4-perguruan-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar