Senin, 23 November 2015

Pemuda dan Sosialisasi

Pendahuluan
Di dunia ini sebagian besar dihuni oleh penduduk kalangan muda atau yang sering kita dengar dengan sebutan “Pemuda”. Seorang pemuda mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas. Ciri khas ini yang membangun pemuda sehingga pemuda dapat dijadikan contoh dalam kehidupan masyarakat. Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh ke arah yang salah dan  menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat. Banyak pemuda yang jatuh ke arah yang salah dikarenakan emosi seorang pemuda sangatlah labil dan tidak terkontrol. Oleh sebab itu peranan masyarakat, pergaulan serta pendidikan sangat dibutuhkan untuk membangun pemuda yang berkarakter baik.
Teori
Pemuda
Pemuda merupakan  sesorang  berusia produktif  yang sedang berada pada fase menjadi seorang yang dewasa. WHO menggolongkan usia seorang pemuda berada di kisaran 10-24 tahun.  Pemuda juga memiliki pengertian  lain yaitu suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.Seorang pemuda memiliki kelemahan yaitu susah mengatur emosinya, selain kelemahan seorang pemuda juga memiliki kelebihan yaitu mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.  
Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses yang membuat  individu memahami  bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota di dalam  masyarakat. Selain itu ada juga pengertian sosialaisasi menurut beberapa ahli  :
•             Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
•             Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
•             Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
•             Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Pembahasan
Internalisasi belajar dan Sosialisasi
Internalisasi  merupakan proses pembelajaran atau penyerapan pengetahuan ke dalam pikiran sehingga sesorang mampu memahami  suatu ajaran atau ilmu. Contoh internalisasi adalah mebaca buku, cetak maupun digital. Sementara itu internalisasi belajar dapat terjadi juga lewat media sosial,contohnya saat  seorang pelajar mendapat tugas sekolah,mereka tidak perlu bersusah payah mencari di media cetak,mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka perlukan di media sosial,bahkan informasi yang mereka dapat jauh lebih banyak dan lebih luas dari pada di media cetak. Namun pengawasan  orang tua sangat diperlukan karena di media sosial informasi yang didapat sangatlah luas dan dimedia sosial juga terdapat informasi yang seharusnya mereka belum  boleh mendapatkannya karena umur dan pola pikir mereka yang masih belum sesuai.
Sosialisasi  merupakan  suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat.  Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu. Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:

Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.

Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.

Tahapan Norma Kolektif  > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas


Pemuda dan Identitas
Pemuda merupakan cerminan dari keadaan lingkungan di suatu masyarakat, dimana lingkungan yang baik akan memiliki kualitas pemuda yang baik. Namun tidak sedikit pula pemuda yang jatuh dalam kegelapan seperti, mencoba menggunakan narkoba, melawan orang tua,  sex bebas, dan frustsi . Tidak salah banyak pemuda yang jatuh ke jalan yang gelap karena seorang pemuda berada pada tingkat emosional yang labil, oleh sebab itu pemuda harus lebih banyak melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Beberapa  contoh kegiatan positif yang dilakukan di dalam masyarakat seperti gotong royong, kegiatan adat istiadat, kegiatan agama dan acara lainnya. Namun kembali lagi ke jaman yang semakin maju maka lunturlah kegiatan itu semua. Semua kegiatan anak muda jaman sekarang tergantinkan dengan nikmatnya media sosial  dan teknologi yang semakin maju. Dahulu pemuda berkumpul untuk saling bersosialisasi tetapi sekarang berkomunkasi hanya melalui internet saja. Peran pemuda yang seperti ini hanya menjadi konsumen dan penikmat saja tidak menimbulkan inovasi baru. Jika ini terus dibiarkan dan terus terjadi maka akan memunculkan kehancuran yang besar bagi bangsa.

Perguruan dan Pendidikan
Pendidikan adalah proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat . Tingkatan – tingkatan pendidikan:

1.Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun, dimulai dari SD sampai dengan SMP.

2. Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar, pendidikan SMA. Pendidikan menengah merupakan tahapan sebelum sesorang melanjutkan ke perguruan tinggi

3. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara
2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta

Tujuan dari semua pendidikan sama yaitu mendapatkan ilmu yang banyak dan dapat berguna di dalam masyarakat. Dan alasan mengapa semua orang ingin sampai dengan tingkat pendidikan tertinggi karena disaat sesorang mencapai pendidikan tertinggi maka akan lebih dipandang di dalam masyarakat.

Analisis
Pemuda merupakan harapan masyarakat sebagai penerus bangsa. Pemuda selalu menjadi tolak ukur kondisi dalam suatu masyarakat.Setiap manusia mengalami masa muda dan mengalami masa dimana emosi yang sangat labil. Namun yang membedakan satu dan yang lain adalah jalan mana yang akan dipilih oleh orang tersebut, apakah jalan yang benar atau jalan yang gelap.

Referensi:
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-pendidikan-dan-perguruan.html
http://rianwibowo89.blogspot.co.id/2012/11/sofkill-minggu-ke-4-perguruan-dan.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar