Minggu, 02 Oktober 2016

Penelitian Dan Ilmu Pengetauan

2.2. Hubungan Penelitian dengan Ilmu Pengetahuan
         Hubungan penelitian dengan ilmu pengetahuan memiliki hubungan yang sangat erat. Hubungan yang erat itu terjadi karena penelitian merupakan suatu penyelidikan yang hati-hati serta teratur dan terus-menerus untuk memecahkan suatu masalah sedangkan ilmu adalah suatu pengetahuan yang sistematis dan teorganisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan didapat dari suatu kegiatan penelitian. Namun ada juga yang berpendapat bahwa ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah proses yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran.
         Penelitian dan ilmu pengetahuan juga memiliki hubungan saling berkesinambungan. Seseorang melakukan penelitian menggunakan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari penelitian sebelumnya dan hasil dari penelitian yang berupa ilmu kemungkinan akan digunakan lagi oleh orang yang sama atau orang lain untuk melakukan penelitian lagi.  
         Hubungan berfikir, penelitian dan ilmu juga sama. Berfikir, seperti halnya ilmu, juga merupakan proses mencari kebenaran. Proses berfikir adalah refleksi yang hati-hati dan teratur. Perlu juga disinggung bahwa kebenaran yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah suatu kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan tersebut dilakukan secara ilmiah. Sebaliknya, banyak juga kebenaran terhadap fenomena yang fana diterima tidak melalui proses penelitian.
Suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan tiga hal, yaitu :
         1. Adanya Koheren yaitu suatu pertanyaan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya, suatu pernyataan bahwa si Badu akan mati dapat dipercaya, karena pernyataan tersebut koheren dengan pernyataan bahwa semua orang akan mati.
         2. Adanya Koresponden yaitu suatu pernyataan dianggap benar, jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau mempunyai korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Misalnya, pernyataan bahwa ibu kota Propinsi Daerah Istimewa Aceh adalah Banda Aceh adalah benar karena pernyataan tersebut mempunyai korespondensi dengan lokasi atau faktualitas bahwa Banda Aceh memang ibu kota Propinsi Aceh.

         3. Pragmatis yaitu suatu pernyataan dipercayai benar karena pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan praktis. Suatu pernyataan atau suatu kesimpulan dianggap benar jika mempunyai sifat pragmatis dalam kehidupan sehari-hari. Teori kebenaran tentang sifat pragmatis ini dikembangkan oleh Ch.s.Pierce (1839-1914). Misalnya, secara pragmatis orang percaya kepada agama, karena agama bersifat fungsional dalam memberikan pegangan dan aturan hidup pada manusia.



Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar